RSS

Monthly Archives: March 2011

Substansi Genetik

Bentuk Kromosom berlainan, salah-satunya , kromosom memiliki sentromer tepat di tengah, disebut…………………….. Jika jumlah kromosom pada sel kaki seekor simpanse berjumlah 56 buah, maka jumlah kromosom pada sel gametnya adalah……….. Jumlah kromosom tubuh/ autosom sel ovum adalah………… Jumlah kromosom sex/gonosom pada sel sperma adalah……………

Pengendali faktor keturunan disebut……………yang terdapat pada………..suatu kromosom. RNA merupakan rangkaian polinukleotida yang tersusun dari gugus gula………….., …………….. dan basa nitrogen. Pada DNA, basa nitrogen golongan pirimidin terdiri dari…………….. dan ………………… yang berpasangan dengan……………. dan……………. dengan ikatan……………….. Tubuh dapat membuat protein melalui tahap………………… yaitu pembentukan ARNd, dan tahap……………. yaitu………………. menerjemahkan kode pada m RNA. Kode genetika berlaku………………. artinya berlaku sama untuk setiap jenis makhluk hidup. Selain itu, DNA dapat mengkopi diri/mereplikasi. Teori yang menjelaskan : Rantai DNA induk terputus-putus dan pasangan nukleotidanya memisah, kemudian setiap rantai akan menggenapi diri pada bagian yang putus, sehingga akan terbentuk 2 rantai yang semuanya berisi nukleotida lama dan baru, dikenal dengan teori.…………………….

Berdasarkan hasil penelitian Mendel, pada persilangan dihibrid akan dihasilkan keturunan dengan perbandingan fenotip……………………….. sedangkan pada persilangan monohibrid dominan penuh akan menghasilkan keturunan dengan perbandingan genotip………………… dan perbandingan fenotip……………………..

1.Jika rantai pada RNA d adalah ASS USG UAU GGA, maka tentukan :

a.Kode pada rantai Sense
b.Kode pada RNAt
c.Kode pada rantai Antisense

2.Jika suatu individu memiliki genotip AaBBCcDD, maka sebutkan gamet yang dihasilkan !

3.Jelaskan istilah-istilah berikut ini :

a.Polimerase :
b.Inisiasi :
c.Ekson :

Jawaban dapat dilihat disini

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on March 22, 2011 in Soal-soal

 

Tags: , , , ,

Difusi dan Osmosis

Difusi yaitu berpindahnya zat ( padat, cair, gas) dari konsentrasi yang hipertonis ke konsentrasi yang hipotonis.
Konsentrasi Hipertonis yaitu kekurangan air dan Hipotonis adalah kelebihan air, jika senyawa yang berdifusi berupa larutan.

Osmosis adalah peristiwa berpindahnya air dari larutan yang hipotonis (kelebihan air) ke larutan yang hipertonis melalui dinding semipermeabel.

Permeabilitas suatu membran adalah kemampuan membran untuk dilewati suatu zat. Keadaan tersebut bergantung pada :
1. Pori membran
2. Jenis Larutan
3. Ukuran partikel-partikel

Membran semipermeabel merupakan membran yang mudah dilalui oleh molekul air.

Membran selektif permeabel adalah membran yang hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu.

Membran plasma bersifat semipermeabel dan selektif permeabel

Dinding sel bersifat permeabel, jadi mudah ditembus oleh sebagian besar zat.

Hubungan Osmosis dengan tekanan Turgor

Tekanan Turgor adalah tekanan air ke dinding / membran sel.

Tekanan Osmotik adalah tekanan air dan zat yang terlarut terhadap dinding/membran sel.

Tekanan Osmotik = Nilai Osmotik.

Fungsi Organel.

Ribosom

Ribosom berupa butiran-butiran halus, letaknya ada yang terikat pada retikulum endoplasma atau tersebar pada plasma ( matriks).
Fungsi Ribosom :
1. Sebagai tempat sintesia protein
2. Mengandung RNA Ribosom
Kumpulan ribosom yang mensintesia satu jenis protein disebut polisom.

Retikulum Endoplasma

Fungsi Retikulum Endoplasma :
Berperan pada proses sintesa protein, karena ribosom melekat pada retikulum endoplasma.

Mitokhondria

Sebagai tempat oksidasi dalam sel, yaitu :
Lemak, Protein,Karbohidrat.
Sebagai hasil oksidasi pada mitokhondria terbentuk ATP.
Sentrosom dan sentriol
Hanya berfungsi jika sel membelah, yang mana akan menjadi bintang kutub.

Aparatus Golgi

Berfungsi sebagai alat ekskresi sel

Plastida

Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan dan terdiri dari :
Kloroplast : Klorofil alfa dan klorofil beta yang berguna untuk fotosintesis.
Leukoplast : Pembentuk pati
Kromoplast : Memberikan warna suatu bagian tubuh.

Lisosom

(1) nucleolus
(2) nucleus
(3) ribosome (little dots)
(4) vesicle
(5) rough Endoplasmic Reticulum (ER)
(6) Golgi apparatus
(7) Cytoskeleton
(8) smooth endoplasmic reticulum
(9) mitochondria
(10) vacuole
(11) cytosol
(12) lysosome
(13) centrioles within centrosome

Lisosom menghasilkan enzim yang berfungsi untuk :
Mencernakkan makanan dan menghancurkan benda-benda asing.

Membran plasma

Terdiri dari lipoprotein (protein-lemak-protein) yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya senyawa, baik yang diperlukan atau tidak diperlukan.

Nukleoplasma

Nukleoplasma tersusun dari :
Asam nukleat (DNA dan RNA), yang berperan dalam :
Menentukan kode protein yang harus dibentuk
RNA membawa kode ke ribosom

Garam mineral
Unsur-unsur yang membangun nukleoplasma : P, Na, K, Ca dan Mg. Jumlah garam mineral yang terbanyak berada pada kromatin.

Protein
Protein yang terdapat di dalam nukleus merupakan protein kompleks yang bahan dasar utamanya adalah Histon dan Protamin.

Membran inti ( Karioteka ) :

Membran inti terdiri dari dua lapis yang memiliki pori-pori yang berfungsi untuk terjadinya pertukaran molekul yang lebih besar.

Nukleolus
Terdiri dari Fosfoprotein , berfungsi untuk membentuk enzim dan mensintesa koenzim dan RNA.

 
2 Comments

Posted by on March 21, 2011 in Natural Science

 

Tags: , , ,

SIFAT FISIK PROTOPLASMA

Protoplasma terdiri dari berbagai jenis unsur dan senyawa baik organik maupun anorganik yang heterogen. Ukuran-ukuran pertikel yang terlarut dalam protoplasma berkisar antara 0,001 sampai 0,1 mikron, jadi merupakan larutan koloid.

Senyawa organik yang menyusun matriks (Protoplasma berbentuk cair) seperti karbohidarat, protein dan lemak berupa suspensi (ukuran lebih besar dari 0,1 mikron), sedangkan ion-ion yang berukuran lebih kecil dari 0,001 mikron berupa larutan murni.

Keadaan komposisi tersebut menyebabkan protoplasma bersifat :

1.Gerak Brown, yaitu gerak dari molekul-molekul protoplasma yang tidak beraturan yang disebabkan oleh adanya molekul air.
Gerak ini diteliti oleh Robert Brown (1827), seorang ahli Botani bangsa Skotlandia di dalam larutan koloid.
Gerak Brown ini biasanya terjadi dalam larutan koloidal dan gerakannya tergantung pada temperatur dan ukuran partikel.
2.Larutan koloid protoplasma dapat memantulkan cahaya bila arah datang sinar tepat mengenai sistem koloid, peristiwa pemantulan cahaya tersebut disebut efek Tyndall.
3.Siklosis, yaitu gerakan berupa arus yang terjadi pada protoplasma yang berada dalam keadaan sol. Siklosis ini disebabkan oleh Tekanan Hidrostatis, Temperatur, pH, Kekentalan (Viskositas), Umur Sel.
4.Gerak Ameboid, adalah gerakan protoplasma pada sel (terutama hewan satu sel : Amoeba, Protozoa serta Leukosit) yang disebabkan oleh perubahan fungsinya sehingga sitoplasma memanjang keadaannya.
5.Tegangan permukaan, disebabkan oleh tertariknya molekul-molekul pada permukaan oleh molekul-molekul dibawahnya yang bergerak bebas dengan kekuatan pada setiap arah yang sama. Akibat tarikan tersebut molekul permukaan menjadi terikat sehingga terjadi tegangan yang disebut tegangan permukaan.
6.Adsorpsi, meningkatnya konsentrasi substansi pada permukaan suatu larutan.

Protoplasma yang berupa larutan koloid merupakan substansi yang hidup, hal ini menunjukkan bahwa didalam protoplasma berlangsung proses kehidupan dan memiliki sifat-sifat kehidupan, yaitu :

1.Irritabilitas, yaitu bahwa protoplasma sensitif terhadap rangsangan dan memiliki kemampuan untuk mengadakan reaksi terhadap rangsangan tersebut.
Misalkan bahwa didalam sel ada benda asing yang masuk, maka lisosom akan menghasilkan enzim untuk menghancurkannya.
Sel leukosit mampu mengadakan fagositosis bila terdapat benda asing didekatnya.
2.Konduksi, kemampuan menghantarkan rangsangan dari tempat timbulnya rangsangan ke tempat terjadinya reaksi. Contoh : apabila rangsangan sampai di dendrit, maka badan sel dan axon akan mampu meneruskan rangsangan itu sampai ke otot dan protoplasma otot juga mampu mengadakan reaksi berupa kontraksi otot.
3.Metabolisme, adanya berbagai fungsi enzim dalam protoplasma, berlangsungnya proses penyusunan dan penguraian senyawa kimia untuk aktifitas hidupnya. Dari masing-masing senyawa organik yaitu protein, lemak dan karbohidrat akan di oksidasi elalui siklus Krebs untuk menghasilkan ATP.
4.Gerak, yaitu adanya gerak siklosis dan Brown
5.Tumbuh, dalam protoplasma terjadi proses tumbuh, yaitu dengan adanya duplikasi DNA dan kromosom pada fase interfase dan profase awal.
6.Reproduksi, protoplasma selalu aktif untuk menambah jumlahnya melalui sitokinesis dan kariokinesis.

Pada individu yang multiseluler, sel tersusun secara berdampingan dan tersusun secara teratur. Protoplasma antara sel yang satu dengan sel yang lain dipisahkan oleh membran plasma atau dinding sel. Masing-masing sel pada individu harus terkoordinasi dengan baik dan terjadi keseimbangan.

Kemungkinan yang dapat terjadi di protoplasma yang dipisahkan sekat, zat zat dalam protoplasma :
1.Dapat melewati kedua arah
2.Dapat melewati satu arah
3.Tidak dapat melewati

Cara lain untuk menjaga keseimbangan antara sel-sel melalui plasmodesmata atau jembatan protoplasmatis.
Untuk terjadinya keadaan keseimbangan antar sel-sel dalam individu, berperan proses difusi dan osmosis.

Selanjutnya kita akan membahas tentang Difusi dan Osmosis…………………………

 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2011 in Natural Science

 

Tags: , , , , , ,

SIFAT KIMIA PROTOPLASMA

Protoplasma terdiri dari unsur-unsur :
1.Unsur Makro : C (10,5%), H (10,8%), O (76,0%), N (2,5%), P (0,03%), K (0,03%), S (0,02%), Cl (0,01%)
2.Unsur Mikro : Ma (0,002%), Na (0,004%), Fe (0,001%)
3.Ultra struktur : Cu, Mn, Mo, B, Si

Senyawa penyusun protoplasma
Penyusun protoplasma yang berjumlah besar yaitu :
1.Air 78,3%
2.Protein 15,2%
3.Lipida 4,8%
4.Karbohidrat 1,4%
Jumlah masing-masing senyawa tersebut bervariasi tergantung dari jenis dan umur sel.

Air
Air merupakan penyusun protoplasma dengan jumlah paling besar dan terdapat dalam bentuk bebas dan terikat ( dalam senyawa organik ).
Fungsi air :
1.Sebagai pelarut yang baik bagi senyawa organik maupun anorganik.
2.Sebagai medium dispersi.
3.Pelarut elektrolit.
4.Mempertinggi tegangan permukaan.
5.Membantu berlangsungnya reaksi dalam metabolisme.
6.Transportasi zat makanan.

Garam Mineral
Protoplasma tersusun oleh senyawa elektrolit baik lemah maupun kuat dan senyawa non elektrolit.
Ion-ion yang terdapat dalam protoplasma berasal dari garam, asam dan basa.
Garam yang terdapat dalam protoplasma :
NaCl, CaSO4, MgCl2, KH2PO4, NaHCO3, NH4H2PO4.
Asam terdiri dari : NCl dan HNO3
Basa terdiri dari : NaOH dan KOH
Kation ( ion positif ) dan Anion( ion negatif ) yang terdapat dalam protoplasma adalah :
Kation : H + , NH4 + , Ca 2+ , K + , Na +
Anion : OH – , HCO3 – , Cl – , NO3 – , H2PO4 – , SO4 2-
Dalam protoplasma terjadi berbagai proses kehidupan dan reaksi kimia, terjadi penggabungan anion dan kation yang berbeda muatan yang berasal dari senyawa elektrolit lemah maupun kuat.
Terjadinya penggabungan ion-ion dari senyawa-senyawa yang berbeda kekuatan ionisasinya akan menimbulkan perubahan pH ( derajat keasaman ) pada protoplasma menjadi asam, basa atau netral.
Pada protoplasma, walaupun terjadi penggabungan keadaan pH, nilainya tetap berkisar antara 6,8 – 7,2 ; hal ini disebabkan adanya ion-ion yang bersifat buffer antara lain, HCO3 – , CO3 2- , dan PO4 3- .

Gas
Gas, selain terkandung di udara seperti O2, N2, CO2, terdapat juga di dalam protoplasma, seperti :
1.Oksigen : berfungsi untuk metabolisme
2.N2 : merupakan senyawa yang inert dan tidak berperan dalam metabolisme
3.CO2 : ditemukan pada hampir semua sel sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu sebagai hasil respirasi yang akan digunakan kembali dalam proses fotosintesis.

Senyawa Organik
Yaitu senyawa yang terdiri dari unsur-unsur C, H, O.

Karbohidrat

merupakan sumber energi bagi sel yang terdiri dari :
1.Monosakarida : Triosa, Tetrosa, Pentosa ( penting dalam penyusunan DNA, RNA, ADP dan ATP ), Ribulosa ( berperan dalam fotosintesis ), Hexosa ( terdiri dari : Glukosa ( sumber energi pertama dalam sel ), Fruktosa dan galaktosa yang merupakan gula yang penting dalam penyusunan matriks )
2.Oligosakarida : Disakarida ( Maltosa, Laktosa ), Trisakarida (Manotriosa), Polisakarida (terdiri dari rangkaian Monosakarida), Homopolisakarida (tepung, Glikogen, Selulosa).

Lemak (Lipida)
Lemak tidak larut dalam air tetapi larut dalam Eter, kloroform, Benzena dan Alkohol panas.
Lemak penting peranannya dalam :
1.Penyusun membran sel
2.Hormon
3.Vitamin
4.Sebagai sumber energi
Lemak terbagi menjadi :
1.Lemak sederhana : yaitu trigliserida
2.Lemak kompleks : Ekolesterol, Fosfolipida ( lemak yang mengandung fosfat ), Glikolipida ( lemak yang mengandung karbohidrat ).

Protein
Protein berperan mengganti bagian yang rusak atau membangun substansi sel yang baru, yang terdiri dari :
1.Protein sederhana seperti albumin dan globulin
2.Protein kompleks seperti lipoprotein dan nukleoprotein
3.Enzim, berfungsi sebagai biokatalisator, yaitu untuk mempercepat reaksi kimia dan terdiri dari : koenzim (bersifat aktif) dan apoenzim (bersifat nonaktif).
4.Hormon, Senyawa organik yang kompleks yang terdapat dalam sitoplasma dan berfungsi untuk menyelaraskan sintesis RNA, Enzim, Aktifitas fisiologis.
5.Asam nukleat, merupakan senyawa kimia yang makrokompleks, terdiri dari RNA (Ribo Nucleic Acid) dan DNA (Deoksiribo Nucleic Acid).

Selanjutnya kita akan membahas tentang sifat-sifat fisik protoplasma…………………………………

 
3 Comments

Posted by on March 12, 2011 in Natural Science

 

Tags: , , ,

PROTOPLASMA

BATASAN DAN PENGERTIAN PROTOPLASMA

Sebelum berbicara tentang protoplasma ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui tentang sel.
Sel adalah suatu kesatuan terkecil baik struktur maupun fungsional dari makhluk hidup. Sel terbagi menjadi dua yaitu sel prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki nukleus, misalnya pada bakteri dan alga biru. Sel Eukariotik yaitu sel yang memiliki nukleus, misalkan pada sel syaraf dan sel otot.

KONSEP DASAR PROTOPLASMA

Pengertian protoplasma sebagai hasil dari pengembangan beberapa tokoh antara lain :

Johannes Purkinje ( 1787-1869)


Seorang ahli fisiologi Biokimia menggunakan istilah protoplasma ( protos : pertama ; plasma : cairan ) bagi substansia yang menyerupai gelatin ( 1840 ), meskipun arti dari istilah tersebut mungkin agak berbeda dengan artinya pada penggunaan selanjutnya.

2.Felix Dujardin (1801-1860), seorang ahli zoologi perancis mengamati adanya material yang menyerupai gelatin didalam sel-sel binatang (1835) dan menggunakan istilah sarcode ( Sarx : daging ) bagi material tersebut. Substansia ini kemudian juga dijumpai pada sel-sel tumbuhan hidup.

3.Hugo Von Mohl (1805-1872)


Seorang ahli Botani dari Jerman, menemukan bahwa sel-sel tumbuh-tumbuhan tersusun dari substansia hidup (1846) dan menggunakan istilah protoplasma bagi substansia tadi, yang sampai saat ini masih kita ikuti.

4.Max Schultze (1825-1874)

Seorang ahli Sitologi Jerman, mengumumkan ‘Teori Protoplasma’ (1861) yang menyatakan bahwa protoplasma yang menyerupai gelatin yang dinyatakan sebagai ‘substansia hidup’ pada tumbuh-tumbuhan dan hewan adalah sama, dan ia menyimpulkan bahwa sel adalah suatu akumulasi dari substansia hidup atau protoplasma yang mempunyai batas-batas tertentu dan mempunyai suatu membran sel dan nukleus, atau dengan perkataan lain sel adalah suatu massa protoplasma bernukleus yang merupakan satuan fisiologis dan morfologis.

5.Thomas H. Huxley (1825-1895)

Seorang ahli Biologi Inggris, menyatakan Protoplasma sebagai ‘dasar fisik dari kehidupan’ (1868).

6.Otto Butchlii (1848-1920), seorang ahli protozoologi dan fisiologi Jerman, mengadakan suatu penelitian eksperimental terhadap substansia-substansia tidak hidup ( campuran minyak zaitun, K2CO3 , gliserin dan sebagainya ) yang disesuaikannya dengan keadaan / susunan dari protoplasma hidup.

7.Max Verworn (1862-1921)

Seorang ahli fisiologi Jerman, menduga bahwa apa yang kita nyatakan sebagai makhluk hidup, sesungguhnya adalah partikel-partikel kimiawi dengan aksi-aksi kimia tertentu.
Berdasarkan konsep diatas kita dapat mengambil beberapa batasan tentang protoplasma sebagai berikut :
Bahwa protoplasma merupakan materi / substansi yang dilindungi oleh dinding sel dan merupakan dasar fisik kehidupan.
Protoplast merupakan semua hal yang berhubungan dengan semua proses fisika dan kimia serta perubahan substansi dan energi yang berhubungan dengan aktifitas hidup.

Aktifitas hidup contohnya adalah tumbuh dan berkembang, metabolisme, reproduksi, gerak dll.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa protoplasma dalah semua isi sel yang sifatnya hidup dan penyusunnya adalah protoplast.
Protoplasma diluar inti sel disebut sitoplasma dan yang berada di dalam nukleus disebut nukleoplasma.
Protoplasma merupakan bagian sel yang hidup (organel). Sedangkan bagian sel yang mati/inklusio (bahan ergastik) yaitu dinding sel dan isi vakuola.
Sel terdiri dari bagian-bagian yang hidup dan mati.
Bagian yang hidup adalah protoplasma, dimana protoplasma dapat dibagi menjadi dua :
1.Sitoplasma terdiri dari Organel ( membran sel, Mitokondria, Ribosom, Aparatus Golgi, Sentrosom dan Sentriol, Retikulum Endoplasma, Lisosom, Silia dan Flagel, Plastida, Vakuola), dan Matriks ( bersifat koloid yang translucent dan amorf ).

2.Nukleoplasma terdiri dari asam nukleat, protein inti, Garam mineral.
Bagian yang mati (inklusio), yaitu :
1.Dinding Sel
2.Senyawa senyawa seperti, kuning telur dan isi Vakuola ( pigmen antosianin, alkaloid, tanin, glikosida, minyak aeteris, garam dan asam oksalat, butir-butir glikogen, garam nitrat ).

Vakuola merupakan organel tetapi isinya merupakan inklusio. Vakuola tidak terdapat pada sel-sel bakteri, eritrosit, telur, sel-sel embrio yang belum berkembang.

Selanjutnya kita akan membahas tentang sifat-sifa kimia dari protoplasma…………………………

 
7 Comments

Posted by on March 11, 2011 in Natural Science

 

Tags: , , , ,