RSS

Monthly Archives: April 2011

Sejarah Singkat Sistem Penamaan dan Klasifikasi Makhluk Hidup

pada tahun 1735, Carolus Linnaeus menemukan sebuah sistem penamaan organisme/ makhluk hidup, sistem ini dikenal dengan nama Binominal Nomenclature. Setiap nama organisme terdiri dari dua nama dalam bahasa latin, karena bahasa latin atau yunani merupakan bahasa yang banyak dipakai di sekolah-sekolah atau lembaga akademik pada saat itu.Nama yang pertama disebut sebagai Genus dan nama yang kedua adalah nama spesies dari organisme tersebut dan tidak ditulis dengan huruf kapital. Genus dan spesies ditulis dengan memberikan garis bawah atau dengan huruf miring.

Gambar : Carolus Linnaeus

Nama tersebut menggambarkan keadaan nyata organisme itu. Sebagai contoh, Staphylococcus aureus adalah bakteri yang sudah umum dikenal. Staphylococcus adalah Genus dari bakteri tersebut dan aureus adalah nama spesies nya. Dalam Kasus ini, Genus menggambarkan keadaan nyata atau keadaan yang nampak dari sel tersebut. Staphylo artinya susunannya bergerombol kecil seperti buah anggur dan coccus menandakan bahwa bentuk selnya bulat.Dengan kata lain, Staphylococcus berarti segerombolan sel yang berbentuk seperti bola/ bulatan bulatan.Aureus adalah bahasa latin untuk Emas, ini berarti Staphylococcus aureus adalah segerombolan sel yang berbentuk seperti bola/ bulatan bulatan dan memiliki corak emas.

Kadangkala suatu organisme diberi nama sesuai dengan nama penemunya, sebagai contoh Escherichia coli yang lebih dikenal dengan sebutan E. Coli. Genus nya adalah Escherichia yang diambil dari namaTheodor Escherich,seorang microbiologist. Spesiesnya adalah coli, yang menunjukkan bahwa bakteri tersebut hidup di usus besar ( colon).

Pada abad ketujuh belas, yaitu sebelum para ilmuwan menemukan mikroorganisme, organisme diklasifikasikan dalam dua kingdom yaitu kingdom hewan dan kingdom tumbuhan. Tetapi para ilmuwan menyadari bahwa sistem klasifikasi tersebut tidak selalu valid.

Carl Woese menemukan sistem klasifikasi baru dimana suatu organisme dikelompokkan berdasarkan karakteristik molekuler dan karakteristik seluler nya. Akan tetapi tidak sampai pada tahun 1978 para ilmuwan setuju dengan sistem klasifikasi baru ini,dan hanya butuh waktu 12 tahun semenjak sistem ini diperkenalkan hingga pada akhirnya sebuah sistem baru diperkenalkan lagi.

Gambar : Carl Woese

Woese memperkenalkan tiga kelompok klasifikasi yang dinamakan domain. Domain lebih luas dari pada kingdom. Domain-domain tersebut antara lain :

Domain :
1.Eubacteria : bakteri yang memiliki dinding sel peptidoglikan (peptidoglikan adalah struktur molekular dari dinding sel eubacteria yang terdiri dari N-asetylglucosamine, N-acetylmuramic acid, tetrapeptide, side chain dan murein.)
2.Archaea : Organisme Prokariotik yang tidak memiliki dinding sel peptidoglikan.
3.Eucarya : yaitu organisme-organisme dari kingdom sebagai berikut :
a.Protista (catatan : pada proses perubahan ) : algae, protozoa, Jamur lendir
b.Fungi : ragi uniseluler, jamur
c.Plantae : lumut, alga, tanaman bunga
d.Animalia : serangga, cacing, hewan spons, vertebrata

Lalu bagaimanakah dengan ukuran mikroorganisme ?

Mikroorganisme diukur menggunakan sistem metrik,seperti pada tabel 1.1. Berikut ini kita akan membandingkan ukuran mikroorganisme dengan benda yang sudah tidak asing lagi bagi kita :

Sel telur dari ovarium                                  1milimeter
Sel darah merah manusia                     100 micrometer
Beberapa sel bakteri                                  10 micrometer
Virus                                                                10 nanometer
Atom                                                              0.1 nanometer

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on April 5, 2011 in Natural Science

 

Tags: , , , , ,

Jaringan Tumbuhan

1. Jaringan Embrional

Yaitu jaringan yang terdapat pada ujung-ujung tanaman (titik-titik tumbuh), sel-sel yng menyusunnya ukurannya masih kecil dan bersifat meristematis, misalnya pada :
a. Primordia cabang batang
b. Primordia daun

2. Jaringan Dewasa
a. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis terdapat pada permukaan organ tumbuhan, seperti akar, batang dan daun.

Sifat-sifat jaringan epidermis
1) Bentuk sel seperti balok, kedudukannya rapat (tidak terdapat ruang antar sel)
2) Tidak behijau daun, tidak dapat melakukan fotosintesis
3) Umumnya ditutupi zat lain, seperti :
a) Permukaan daun ditutupi zat kutikula, sehingga permukaan daun mengkilap
b) Permukaan batang, epidermis ditutupi zat gabus, bagian epidermis yang tidak ditutupi zat gabus dinamakan lentisel, yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan transpirasi (penguapan)
c) Permukaan daun pisang (Musa Paradisiaca) ditutupi lilin.

Modifikasi epidermis antara lain, Stomata (mulut daun), Duri, Rambut,dll.

Stomata terdiri dari sel tetangga dan sel penutup yang dilengkapi dengan celah stomata. Celah stomata berfungsi untuk :
1) Keluar masuknya Oksigen dan Karbondioksida
2) Tempat penguapan
Sel penutup pada stomata memiliki klorofil, jadi berperan dalam fotosintesis, yaitu berperan dalam membuka dan menutupnya stomata.

b. Jaringan Parenkim

Jaringan Parenkim terdapat diantara jaringan-jaringan yang lain. Ciri-ciri jaringan Parenkim adalah :
1) Sel berukuran besar
2) Sel mengandung klorofil
3) Letak sel renggang, jadi terdapat rongga interseluler

Contoh jaringan parenkim : Jaringan Parenkim Pallisade, Jaringan Parenkim Spons (Bunga Karang)

c. Jaringan Penyokong/Penunjang
Sesuai dengan namanya, jaringan ini berfungsi mengokohkan tubuh tumbuhan dan terdiri dari
1) Jaringan Kolenkim
Terdiri dari sel-sel yang dindingnya telah mengalami penebalan selulosa, umumnya penebalan selulosa terjadi pada sudut-sudutnya.
2) Jaringan SklerenkimSel-sel pada jaringan Sklerenkim penebalannya terdiri dari zat-zat kayu (lignin) dan sel-selnya sudah mati.
Macam-macam jaringan Sklerenkim:
a) Sklereid
Sel-selnya berbentuk bulat, dengan titik-titik yang salurannya bercabang. Contohnya adalah sel-sel yang menyusun tempurung kelapa.
b) Serabut Sklerenkim
Serabut-serabut yang biasanya terdapat pada permukaan batang.

d. Jaringan Gabus
Pada waktu muda, sel Gabus berisi protoplasma, makin tua, protoplasma hilang dan rongga sel hanya diisi dengan udara. Jaringan gabus dihasilkan oleh kambium gabus (felogen) yang berfungsi menutupi permukaan akar, batang dan cabang dari gangguan fisik.

e. Bunga
Bunga merupakan alat perkembangbiakan secara generatif, yang terdiri dari :
1) Tangkai bunga
2) Ovarium
3) Daun Buah :
a) Benang sari : Tangkai sari (antena), Kepala sari (Stamen)
b) Putik : Tangkai Putik (Stylus), Kepala Putik (Stigma)
4) Daun Bunga : Mahkota Bunga (corolla), Kelopak Bunga (calyx)

Macam-macam bunga :
1) Bunga Hermaprodite : yaitu bunga yang memiliki benang sari dan putik (Biseksualis)
2) Bunga Jantan : Bunga yang tidak memiliki putik (Uniseksualis)
3) Bunga Betina : Bunga yang tidak memiliki benang sari (Uniseksualis)
4) Bunga Banci : Bunga yang memiliki putik dan benang sari yang tidak berfungsi.
5) Bunga telanjang : bunga yang tidak memiliki Mahkota bunga / kelopak bunga

Berdasarkan bunga yang dimiliki oleh tumbuhan, maka terdapat macam-macam tumbuh-tumbuhan antara lain :
1) Tumbuhan berumah satu : yaitu tumbuhan yang memiliki bunga jantan dan bunga betina
2) Tumbuhan berumah dua : tumbuhan yang hanya memiliki bunga jantan atau bunga betina saja.

 
Leave a comment

Posted by on April 4, 2011 in Natural Science