RSS

Pencemaran Udara

01 Jan

Pencemaran udara disebabkan oleh terdapatnya zat kimia di dalam lingkungan yang intensitasnya melebihi ambang batas yang diperkenankan, sehingga dapat merugikan makhluk hidup.

Udara sangat diperlukan bagi kehidupan. Oksigen yang terdapat dalam udara merupakan bagian penting, dapat mengadakan pembakaran dan menimbulkan energi. Banyak energi yang diperoleh di alam  berasal dari pembakaran dengan oksigen.

Pada pembakaran, bahan bakar tersebut menghasilkan zarah-zarah halus (oksida logam) dan gas CO, CO2, SO2 dan lain-lain yang melayang-layang di udara. Dengan timbulnya zat-zat tersebut, konsentrasi gas di udara akan naik. Udara bersih biasanya terdapat di daerah yang jauh letaknya dari kegiatan-kegiatan industri.

Susunan udara bersih dan kering adalah sebagai berikut :

Image

Sumber pencemaran udara yang berasal dari alam dapat berupa gunung meletus, kebakaran hutan dan proses biologis.

Sumber pencemaran udara yang berasal dari kegiatan manusia dapat berupa reaksi kimia dan penggunaan berbagai bahan kimia.

Udara dikatakan tercemar jika susunan udara bersih berubah. Hal ini disebabkan oleh adanya zat-zat asing yang memasuki udara atau meningkatnya konsentrasi salah satu atau beberapa zat yang terkandung di dalam udara bersih. Sehingga mengubah udara bersih menjadi udara yang berasap, berkabut, berbau tidak enak yang dapat membahayakan kesehatan, dapat membunuh manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan merusak benda-benda serta perubahan-perubahan pada atmosfer dan iklim.

Keadaan cuaca dapat mengurangi jumlah zat pencemar di udara, angin dapat mencerai-beraikan zat pencemar, hujan dapat membersihkan zat pencemar dari udara dan membawanya ke tanah.

Tetapi di berbagai daerah, zat pencemar tersebar di udara lebih cepat dari keadaan cuaca yang dapat membersihkan zat pencemar tersebut.

Beberapa zat pencemar udara :

Pencemar Zat Padat

Zat pencemar udara berfase padat dapat berupa partikel hidup dan partikel tak hidup.

Partikel hidup mencakup mikroorganisme seperti bakteri, spora ataubagian dari insekta misalnya rambut, sayap yang dapat menimbulkan penyakit panas, asma atau infeksi.

Partikel tak hidup, partikel zat padat yang terdapat di udara dapat berupa :

  1. Debu, berasal dari tanah yang diterbangkan oleh angin
  2. Jelaga atau asap yang ada di udara berasal dari pembakaran bahan bakar, batu bara, sampah dan lain-lain.
  3. Partikel timah hitam, dapat berasal dari senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) yang dicampurkan ke dalam bensin sebagai zat anti-knocking.

Pencemar Gas

Perubahan komposisi gas-gas pada udara bersih dapat membahayakan manusia.

Gas Karbon Monoksida (CO)

Diatara gas pencemar udara, gas karbon monoksida merupakan pencemar yang sangat berbahaya. Pada udara segar, kadar CO hanyalah 0,05 bpj. Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna di dalam mobil telah melipatgandakan gas CO di udara, sehingga kadar CO di udara meningkat.

Gas CO mempunyai kemampuan yang sangat kuat untuk terikat pada hemoglobin dalam darah yang bertugas mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Daya ikat hemoglobin terhadap CO +/- 200 kali lebih besar daripada terhadap O2.

Image

Apabila seseorang menghirup udara yang mengandung O2 dan CO, maka yang diikat oleh hemoglobin adalah CO terlebih dahulu, kemudian baru O2.  Jadi jika CO cukup banyak, O2 tidak diikat oleh hemoglobin darah, akibatnya tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Jika kadar COHb dalam darah 2% sampai 5% dapat menyebabkan gangguan proses pernafasan. Kadar COHb yang lebih dari 5% mengganggu kerja jantung.

Gas Karbondioksida (CO2)

Gas karbondioksida merupakan komponen udara yang tidak dianggap sebagai pencemar. CO2 di udara dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan untuk fotosintesis. Gas CO2 di udara berasal dari hasil pernafasan makhluk hidup, letusan gunung berapi, fermentasi dan pembakaran bahan bakar.

Gas CO2 merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak bersifat racun. Akhir-akhir ini konsentrasi gas tersebut di udara semakin bertambah karena adanya pembakaran bahan bakar batubara, minyak bumi dan gas alam, akibat dari perkembangan industri dan transportasi.

Pertambahan konsentrasi gas CO2 akan menyebabkan terbentuknya lapisan gas karbondioksida, yang dapat menyerap panas dari lapisan atmosfer. Energi matahari yang dipantulkan oleh bumi dalam bentuk sinar infra merah ditangkap oleh molekul-molekul CO2 sebelum lolos ke luar angkasa. Dengan demikian suhu bumi tetap hangat, ibarat keadaan udara dalam suatu rumah kaca (green house). Itulah sebabnya efek CO2 dalam memanaskan bumi disebut efek rumah kaca atau green house effect.

Kenaikan suhu udara mempengaruhi siklus musim dan kenaikan permukaan air laut yang disebabkan adanya gunung-gunung es yang mencair.

Gas belerang dioksida (SO2)

Secara alami senyawa-senyawa belerang di atmosfer antara lain berasal dari letusan gunung berapi. Selain itu senyawa belerang di udara juga berasal dari proses aktivitas manusia dalam bidang industri. Sebagian besar gas SO2 di atmosfer berasal dari pembakaran minyak bumi dan batubara yang mengandung belerang, ada pula yang berasal dari hasil oksidasi bijih-bijih sulfida di industri.

Udara yang mengandung SO2 dengan kadar cukuptinggi dapat menyebabkan radang paru-paru dan tenggorokan.

Selain itu SO2 dapat menyebabkan klorosis (kepucatan) pada daun sehingga banyak pohon di daerah industri menjadi rusak oleh SO2.

Gas belerang trioksida (SO3)

Hasil oksidasi gas SO2 di udara akan menghasilkan gas SO3.

Image

Yang dengan uap air di udara akan membentuk asam sulfat yang bersifat racun dan korosif. Disamping itu juga akan menimbulkan hujan asam, harga pH air hujan yang mengandung oksida belerang akan turun akibat terbentuknya asam. Asam sulfat dapat merusak bangunan, patung, candi dan benda-benda yang terbuat dari pualam.

Image

Asam sulfat juga dapat memudarkan cat-cat dan menyebabkan korosi pada logam.

Oksida Nitrogen (gas NO dan NO2)

Gas ini terbentuk dalam silinder mesin, hasil reaksi N2 dengan O2, ketika udara memasuki silinder untuk pembakaran bensin.

Pada pembakaran bensin atau solar akan timbul kenaikan suhu yang tinggi di sekitar pembakaran dan menyebabkan sebagian N2 dan O2 dalam udara bereaksi membentuk oksida nitrogen.

Image

Pencemaran udara ini ditandai dengan adanya kabut tipis berwarna cokelat kemerahan dan zat-zat ini dapat memedihkan mata, menyesakkan nafas dan membuat tanaman menjadi layu.

Akibat lain dari adanya NO2 adalah membantu terbentuknya ozon. Pada tengah hari dengan bantuan sinar matahari, NO2 membentuk ozon.

Bila udara banyak mengandung NO2, pada musim hujan akan terjadi hujan asam, karena gas NO2 di udara dapat bereaksi dengan air membentuk asam.

Hidrokarbon

Hidrokarbon dihasilkan dari proses pembusukan zat organik oleh bakteri, proses geotermal di tambang batubara, minyak bumi dan gas alam.

Pembakaran bahan bakar minyak dengan kadar oksigen sedikit, yang asapnya keluar dari knalpot kendaraan atau cerobong asap dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata.

Hidrogen Fluorida (HF)

Gas Hidrogen Fluorida dihasilkan oleh industri tertentu, misalnya industri alumunium. Adanya gas HF akan mengakibatkan kerusakan pada tumbuh-tumbuhan.

Usaha-usaha yang diambil untuk mengatasi pencemaran udara antara lain :

  1. Penghijauan di kota-kota besar
  2. Mengurangi penyebaran zat pencemar dari segala sumber
  3. Memilih daerah industri yang tepat
  4. Penggunaan alat penyaring/filter pada cerobong asap pabrik
  5. Mencari bahan bakar pengganti minyak bumi
  6. Memberikan pendidikan pada masyarakat tentang bahaya pencemaran dan cara menanggulanginya
  7. Membuat peraturan dan memberi sanksi bagi pelanggarnya.
 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2013 in Natural Science

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: