RSS

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

03 Dec

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) atau sering disingkat dengan CTL merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan mensukseskan implementasi kurikulum di Sekolah.

Menurut Kasihani (2002 : 2), pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dan mengajar yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi nyata dan memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Contextual Teaching and Learning adalah proses belajar mengajar yang erat kaitannya dengan pengalaman nyata.

Menurut Spring (2009 : 6), pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran dimana guru membantu menghubungkan inti materi dengan situasi kehidupan nyata.

Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu dari sekian banyak pendekatan pembelajaran. Pembelajaran kontekstual dikembangkan dengan tujuan membekali siswadengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lain.

Menurut Elaine B. Jhonson (2009 : 65), CTL adalah sistem yang menyeluruh. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. Jika bagian-bagian ini terjalin satu sama lain, maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. Seperti halnya biola, cello, klarinet dan alat musik lainnya yang berbeda-beda yang secara bersama-sama menghasilkan musik, demikian juga bagian bagian CTL yang terpisah melibatkan proses yang berbeda-beda, yang ketika digunakan bersama-sama, memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. Secara bersama-sama mereka membentuk sesuatu yang memungkinkan para siswa melihat makna didalamnya dan mengingat materi akademik.

Secara umum pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep tersebut, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Pada pembelajaran kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan belajar, oleh karena itu guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri, bukan dari apa kata guru.

Pembelajaran kontekstual mempunyai karakteristik, menurut Wina Sanjaya (2005 : 110), karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL yaitu :

  1. Pembelajaran CTL merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge).
  2. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge).
  3. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge).
  4. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).
  5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.

Sedangkan menurut Depdiknas (2002 : 8), karakteristik pembelajaran kontekstual adalah :

  1. Adanya kerjasama.
  2. Saling menunjang.
  3. Menyenangkan, tidak membosankan.
  4. Belajar dengan bergairah.
  5. Pembelajaran terintegrasi
  6. Menggunakan berbagai sumber.
  7. Siswa aktif.
  8. Sharing dengan teman.
  9. Siswa kritis dan guru kreatif.
  10. Laporan kepada orang tua berwujud rapor, hasil karya siswa, laporan praktikum, karangan siswa dan lain – lain.

Berdasarkan komponen-komponen yang telah dipaparkan, pembelajaran yang merupakan pengaktifan pengetahuan yang sudah ada untuk mendapat pengetahuan baru membuat siswa lebih tertarik dan tidak terkesan membosankan.

Adanya kerjasama dan saling menunjang satu sama lain untuk mendapatkan pengetahuan yang bermakna. Siswa lebih aktif saat pembelajaran, melakukan sharing dengan teman untuk mendapatkan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajarinya.

Komponen utama dalam pembelajaran kontekstual menurut Wina Sanjaya (2005 : 118) adalah sebagai berikut :

  1. Konstruktivisme (constructivism)

Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan terbentuk bukan hanya dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

  1. Menemukan (inquiry)

Pembelajaran inkuiri merupakan proses pembelajaran berdasarkanpada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Dengan demikian, dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahami.

  1. Kemampuan bertanya (questioning)

Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Dalam pembelajaran CTL, guru tidak menyampaikan informasi begitu saja, akan tetapi merancang agar siswa dapat menemukan sendiri. Setiap tahapan dan proses pembelajaran, kegiatan bertanya hampir selalu digunakan. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk mengembangkan teknik-teknik bertanya sangat diperlukan.

  1. Masyarakat belajar (learning community)

Pengetahuan dan pemahaman anak ditopang banyak oleh komunikasi dengan orang lain. Suatu permasalahan tidak mungkin dapat dipecahkan sendirian, akan tetapi membutuhkan orang lain. Penerapan masyarakat belajar pada pembelajaran adalah melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat homogen, baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya maupun dilihat dari bakat dan minatnya.

  1. Pemodelan (modelling)

Kemampuan pemodelan yang dimaksud pada CTL adalah penampilan suatu contoh agar siswa dapat berpikir dan belajar. Pemodelan merupakan komponen penting dalam pembelajaran CTL, sebab melalui pemodelan siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang abstrak.

  1. Refleksi (reflection)

Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari, hal ini dilakukan dengan cara mengingat kembali kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi. Dalam proses pembelajaran, setiap akhir dari pembelajaran, guru memberikan kepada siswa untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

  1. Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment)

Penilaian yang sebenarnya adalah proses yang dilakukan guruu untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Penilaian ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, orientasinya diarahkan pada proses belajar.

Contextual Teaching and Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi yang mereka pelajari , dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka. Adanya beberapa komponen dalam CTL ketika digunakan bersama pada pembelajaran akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna.

Daftar Pustaka :

Depdiknas.(2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi SMP. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.

Elaine B. Jhonson.(2007). Contextual Teaching and Learning. California : Corwin Press.

Kasihani E.S.(2002). Contextual Teaching and Learning (CTL) Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Prosiding Seminar Akademik. Malang : FS UM.

Spring.(2009). Contextual Teaching and Learning. California : CSS.

Wina Sanjaya.(2005). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

– Aunurrofiq Hidayat, 3 Desember 2014 –

 

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: