RSS

Angin Dan Air Danau Toba

Angin Dan Air Danau Toba

Oleh : Sitor Situmorang

Angin dan air danau ini

dalam kenangan kudengarkan

kisah – kisahnya dalam sepi

Kisah – kisah ribuan tahun

Hal masa lalu dan masa datang

Ingin mengerti arti masa kanak

Baik bisik kesadaran

Waktu tak berkesudahan

Di detik – detik menyelam, tenggelam

Luluh dalam pesona

Lumut melambai di dasarnya terdalam

 
Leave a comment

Posted by on December 24, 2014 in Poem

 

Tags: , , ,

Notasi Vektor

Untuk membedakan Besaran vektor (Besaran yang mempunyai nilai dan arah) dengan Besaran Skalar (Besaran yang hanya mempunyai nilai), maka Besaran vektor diberi simbol menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal (Contoh : A). Vektor satuan, yaitu vektor yang mempunyai nilai 1 (satu) satuan dapat dilambangkan dengan menggunakan huruf kecil yang dicetak tebal (Contoh : a). Vektor satuan pada arah vektor A merupakan hasil bagi antara vektor A dengan nilai absolut/nilai mutlaknya :

untitled

Dengan menggunakan vektor satuan ax, ay, az masing-masing pada arah sumbu x, y dan z pada sistem koordinat kartesian, Maka komponen-komponen suatu vektor A dapat ditulis sebagai berikut :

2

Dalam bentuk komponen-komponennya, nilai suatu vektor dapat dijabarkan sebagai berikut :

3

Sumber : Schaum’s Outline of Theory and Problems of Electromagnetics, Second Edition

Aunurrofiq Hidayat, 7 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2014 in Natural Science

 

Tags: , , , , , , , ,

Penilaian ( Assessment )

Peter W. Airasian (1991 : 18) menyatakan bahwa “Assessment is the process of gathering, interpreting and synthesizing information to aid decision making in the classroom”. Hal ini senada dengan pendapat Carl Ann Tomlinson & Jay McTighe (2006 : 131) dalam Diane Ronis (2011 : 21) bahwa Assessment berfokus pada pengumpulan informasi mengenai pencapaian prestasi siswa yang dapat digunakan untuk membuat keputusan pengajaran.

Penilaian (Assessment) mengacu pada pengumpulan informasi dan sintesis oleh guru mengenai siswa dan kelasnya. Definisi lain diungkapkan oleh Gronlund (1984 : 5) bahwa penilaian merupakan proses sistematis pengumpulan, penganalisisan, dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian juga dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Inti penilaian adalah proses memberikan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria ( Erna, 2011 : 33).

Fungsi dari penilaian (assessment) itu sendiri adalah untuk mengukur sejauh mana keterampilan siswa terhadap pelajaran yang diterimanya. Informasi yang diperlukan dari penilaian tersebut adalah bagaimana perkembangan siswa setelah dia menerima pembelajaran. Dari hasil penilaian tersebut, guru dapat melakukan revisi terhadap proses pembelajaran supaya peserta didiknya bisa mencapai hasil yang diharapkan. (Erna, 2011 : 71).

Suatu Assessment tidak dirancang untuk mengevaluasi keefektifan sesuatu program atau proses tertentu. Assessment berfungsi sebagai pengestimasi tingkat prestasi siswa atau siswa di suatu wilayah setelah dikenai berbagai pengaruh pendidikan dan lingkungan yang berbeda-beda. Jadi Assessment menentukan kemajuan siswa didalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan dalam suatu waktu tertentu. Melalui suatu proses penimbangan, bisa dari orang lain atau satu mata tes yang akan diuji.

Adapun manfaat assessment adalah (Erna, 2011 : 74) :

(a) alat merencanakan, memperkaya pembelajaran,

(b) sebagai alat komunikasi siswa, guru dan orang tua,

(c) sebagai alat memonitor hasil pembelajaran dan perbaikan pembelajaran, dan

(d) sebagai alat untuk memperbaiki kurikulum.

Sedangkan waktu assessment adalah (Erna, 2011 : 74) :

(a) sebelum pelajaran berlangsung,

(b) Selama proses pembelajaran berlangsung, dan

(c) setelah pembelajaran berlangsung.

Daftar Pustaka :

Airasian, Peter W. (1991). Classroom Assessment. USA : McGraw Hill.

Aries S.,Erna Febru. (2011). Asesmen dan Evaluasi. Malang : Aditya Media.

Ronis, Diane. (2011). Asesmen Sesuai Cara Kerja Otak Edisi Kedua. Jakarta : PT Indeks.

Aunurrofiq Hidayat, 7 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Model Pembelajaran Interaktif (Interactive Learning Model)

Model pembelajaran interaktif (Interactive Learning Model) adalah model pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered), dimana siswa dilibatkan langsung dalam berbagai jenis kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran Interaktif membuat siswa saling berinteraksi dalam berbuat dan berpikir (hands on and minds on) yang menghasilkan umpan balik secara langsung terhadap materi pelajaran yang diberikan (Hake, 1997 : 65).

Faire dan Cosgrove dalam Harlen mengemukakan bahwa model pembelajaran interaktif dirancang agar siswa bertanya dan menemukan jawaban mereka sendiri (Suprayekti, 2008 : 19).

Menurut Rosnelli (2009 : 85), Model pembelajarn interaktifmerupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa interaktif dengan guru, teman sekelasnya dan media pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat menangani perbedaan individual siswa, karena siswa dapat maju sesuai dengan kemampuannya tanpa harus menunggu teman sekelasnya. Proses pembelajaran pada model pembelajaran interaktif memungkinkan siswa untuk melakukan keleluasaan untuk belajar mandiri, tanpa terganggu oleh yang lain dan mengikuti tes untuk setiap unit bahasan yang telah dipelajarinya dan terus maju sesuai kemampuannya dengan bantuan dan arahan guru, atau mengulang proses pembelajaran pada unit yang sama sampai mencapai penguasaan minimal sesuai target yang telah ditetapkan.

Dari beberapa pendapat mengenai model pembelajaran interaktif tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model ini dirancang untuk menjadikan suasana belajar mengajar di kelas berpusat pada siswa agar aktif membangun pengetahuannya melalui penyelidikan terhadap pertanyaan yang mereka ajukan sendiri. Didalam model pembelajaran interaktif siswa diberi kesempatan untuk melibatkan keingintahuannyadengan cara membuat pertanyaan mengenai topik yang akan dipelajari, kemudian melakukan penyelidikan tentang pertanyaan mereka sendiri.

Pertanyaan yang muncul dari siswa dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Disini guru berperan untuk membimbing siswa agar pertanyaan tidak melenceng dari tujuan pembelajaran. Pertanyaan yang dilontarkan oleh siswa menunjukkan rasa ingin tahu siswa terhadap topik yang akan dibahas dan menimbulkan minat siswa untuk meneliti dan berinvestigasi.

Berikut adalah bagan tahapan dalam model pembelajaran interaktif menurut faire dan cosgrove (Harlen, 1996 : 28)

Bagan tahapan dalam model pembelajaran interaktif :

untitled

Aunurrofiq Hidayat, 5 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 4, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , , ,

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) atau sering disingkat dengan CTL merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan mensukseskan implementasi kurikulum di Sekolah.

Menurut Kasihani (2002 : 2), pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dan mengajar yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi nyata dan memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Contextual Teaching and Learning adalah proses belajar mengajar yang erat kaitannya dengan pengalaman nyata.

Menurut Spring (2009 : 6), pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran dimana guru membantu menghubungkan inti materi dengan situasi kehidupan nyata.

Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu dari sekian banyak pendekatan pembelajaran. Pembelajaran kontekstual dikembangkan dengan tujuan membekali siswadengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lain.

Menurut Elaine B. Jhonson (2009 : 65), CTL adalah sistem yang menyeluruh. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. Jika bagian-bagian ini terjalin satu sama lain, maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. Seperti halnya biola, cello, klarinet dan alat musik lainnya yang berbeda-beda yang secara bersama-sama menghasilkan musik, demikian juga bagian bagian CTL yang terpisah melibatkan proses yang berbeda-beda, yang ketika digunakan bersama-sama, memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. Secara bersama-sama mereka membentuk sesuatu yang memungkinkan para siswa melihat makna didalamnya dan mengingat materi akademik.

Secara umum pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep tersebut, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Pada pembelajaran kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan belajar, oleh karena itu guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri, bukan dari apa kata guru.

Pembelajaran kontekstual mempunyai karakteristik, menurut Wina Sanjaya (2005 : 110), karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL yaitu :

  1. Pembelajaran CTL merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge).
  2. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge).
  3. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge).
  4. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).
  5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.

Sedangkan menurut Depdiknas (2002 : 8), karakteristik pembelajaran kontekstual adalah :

  1. Adanya kerjasama.
  2. Saling menunjang.
  3. Menyenangkan, tidak membosankan.
  4. Belajar dengan bergairah.
  5. Pembelajaran terintegrasi
  6. Menggunakan berbagai sumber.
  7. Siswa aktif.
  8. Sharing dengan teman.
  9. Siswa kritis dan guru kreatif.
  10. Laporan kepada orang tua berwujud rapor, hasil karya siswa, laporan praktikum, karangan siswa dan lain – lain.

Berdasarkan komponen-komponen yang telah dipaparkan, pembelajaran yang merupakan pengaktifan pengetahuan yang sudah ada untuk mendapat pengetahuan baru membuat siswa lebih tertarik dan tidak terkesan membosankan.

Adanya kerjasama dan saling menunjang satu sama lain untuk mendapatkan pengetahuan yang bermakna. Siswa lebih aktif saat pembelajaran, melakukan sharing dengan teman untuk mendapatkan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajarinya.

Komponen utama dalam pembelajaran kontekstual menurut Wina Sanjaya (2005 : 118) adalah sebagai berikut :

  1. Konstruktivisme (constructivism)

Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan terbentuk bukan hanya dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

  1. Menemukan (inquiry)

Pembelajaran inkuiri merupakan proses pembelajaran berdasarkanpada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Dengan demikian, dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahami.

  1. Kemampuan bertanya (questioning)

Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Dalam pembelajaran CTL, guru tidak menyampaikan informasi begitu saja, akan tetapi merancang agar siswa dapat menemukan sendiri. Setiap tahapan dan proses pembelajaran, kegiatan bertanya hampir selalu digunakan. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk mengembangkan teknik-teknik bertanya sangat diperlukan.

  1. Masyarakat belajar (learning community)

Pengetahuan dan pemahaman anak ditopang banyak oleh komunikasi dengan orang lain. Suatu permasalahan tidak mungkin dapat dipecahkan sendirian, akan tetapi membutuhkan orang lain. Penerapan masyarakat belajar pada pembelajaran adalah melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat homogen, baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya maupun dilihat dari bakat dan minatnya.

  1. Pemodelan (modelling)

Kemampuan pemodelan yang dimaksud pada CTL adalah penampilan suatu contoh agar siswa dapat berpikir dan belajar. Pemodelan merupakan komponen penting dalam pembelajaran CTL, sebab melalui pemodelan siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang abstrak.

  1. Refleksi (reflection)

Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari, hal ini dilakukan dengan cara mengingat kembali kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi. Dalam proses pembelajaran, setiap akhir dari pembelajaran, guru memberikan kepada siswa untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

  1. Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment)

Penilaian yang sebenarnya adalah proses yang dilakukan guruu untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Penilaian ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, orientasinya diarahkan pada proses belajar.

Contextual Teaching and Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi yang mereka pelajari , dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka. Adanya beberapa komponen dalam CTL ketika digunakan bersama pada pembelajaran akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna.

Daftar Pustaka :

Depdiknas.(2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi SMP. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.

Elaine B. Jhonson.(2007). Contextual Teaching and Learning. California : Corwin Press.

Kasihani E.S.(2002). Contextual Teaching and Learning (CTL) Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Prosiding Seminar Akademik. Malang : FS UM.

Spring.(2009). Contextual Teaching and Learning. California : CSS.

Wina Sanjaya.(2005). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

– Aunurrofiq Hidayat, 3 Desember 2014 –

 

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Animals (by Frank O’Hara)

Frank O’Hara adalah penulis berkebangsaan Amerika, penyair dan kritikus seni. Ia adalah anggota dari New York School of Poetry.

Salah satu sajak yang terkenal dari O’Hara adalah sebuah sajak berjudul animals.Saya sangat menyukai sajak ini.

Animals

Have you forgotten what we were like then
when we were still first rate
and the day came fat with an apple in its mouth

it’s no use worrying about Time
but we did have a few tricks up our sleeves
and turned some sharp corners

the whole pasture looked like our meal
we didn’t need speedometers
we could manage cocktails out of ice and water

I wouldn’t want to be faster
or greener than now if you were with me O you
were the best of all my days

Frank O’Hara
 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2013 in Poem

 

Tags: , , , , ,

Soal Sistem Koordinat

Perhatikan gambar di bawah, dengan menggunakan sistem koordinat Cartesian, tentukan volume bola dengan jari-jari a !

Image

Jawab :

ΔV = Δx Δy Δz

dV = dx dy dz

x2 + y2 + z2 = a2

Bagian yang diperlihatkan pada gambar diatas adalah bagian bola pada oktan pertama.

Volume bola Keseluruhan (8 oktan) adalah :

Image

Sekian

-Aunurrofiq Hidayat, 2 Januari 2013-

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2013 in Soal-soal

 

Tags: , , , ,

Soal Hidrolika (2)

Untuk model dan prototip, tunjukkanlah bahwa, bila hanya berat dan inersia yang berpengaruh, perbandingan aliran Q sama dengan perbandingan pangkat lima per dua dari dimensi panjangnya.

Jawab :

Image

Perbandingan waktu harus ditentukan untuk keadaan-keadaan yang mempengaruhi aliran. Dapat ditulis pernyataan-pernyataan untuk gaya-gaya gravitasi dan inersia, sebagai berikut :

Berat :

Image

wr = berat satuan (N/m3)

Inersia :

Image

Dengan menyamakan perbandingan gaya :

Image

Yang  bila dijawab untuk perbandingan waktu, memberi :

Image

Dengan mengetahui bahwa harga gr merupakan kesatuan, substitusi dalam pernyataan perbandingan aliran memberikan :

Image

Selesai

-Aunurrofiq Hidayat, 1 Januari 2013-

(Learning mod. FATEC)

 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2013 in Soal-soal

 

Tags: , ,

Pencemaran Udara

Pencemaran udara disebabkan oleh terdapatnya zat kimia di dalam lingkungan yang intensitasnya melebihi ambang batas yang diperkenankan, sehingga dapat merugikan makhluk hidup.

Udara sangat diperlukan bagi kehidupan. Oksigen yang terdapat dalam udara merupakan bagian penting, dapat mengadakan pembakaran dan menimbulkan energi. Banyak energi yang diperoleh di alam  berasal dari pembakaran dengan oksigen.

Pada pembakaran, bahan bakar tersebut menghasilkan zarah-zarah halus (oksida logam) dan gas CO, CO2, SO2 dan lain-lain yang melayang-layang di udara. Dengan timbulnya zat-zat tersebut, konsentrasi gas di udara akan naik. Udara bersih biasanya terdapat di daerah yang jauh letaknya dari kegiatan-kegiatan industri.

Susunan udara bersih dan kering adalah sebagai berikut :

Image

Sumber pencemaran udara yang berasal dari alam dapat berupa gunung meletus, kebakaran hutan dan proses biologis.

Sumber pencemaran udara yang berasal dari kegiatan manusia dapat berupa reaksi kimia dan penggunaan berbagai bahan kimia.

Udara dikatakan tercemar jika susunan udara bersih berubah. Hal ini disebabkan oleh adanya zat-zat asing yang memasuki udara atau meningkatnya konsentrasi salah satu atau beberapa zat yang terkandung di dalam udara bersih. Sehingga mengubah udara bersih menjadi udara yang berasap, berkabut, berbau tidak enak yang dapat membahayakan kesehatan, dapat membunuh manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan merusak benda-benda serta perubahan-perubahan pada atmosfer dan iklim.

Keadaan cuaca dapat mengurangi jumlah zat pencemar di udara, angin dapat mencerai-beraikan zat pencemar, hujan dapat membersihkan zat pencemar dari udara dan membawanya ke tanah.

Tetapi di berbagai daerah, zat pencemar tersebar di udara lebih cepat dari keadaan cuaca yang dapat membersihkan zat pencemar tersebut.

Beberapa zat pencemar udara :

Pencemar Zat Padat

Zat pencemar udara berfase padat dapat berupa partikel hidup dan partikel tak hidup.

Partikel hidup mencakup mikroorganisme seperti bakteri, spora ataubagian dari insekta misalnya rambut, sayap yang dapat menimbulkan penyakit panas, asma atau infeksi.

Partikel tak hidup, partikel zat padat yang terdapat di udara dapat berupa :

  1. Debu, berasal dari tanah yang diterbangkan oleh angin
  2. Jelaga atau asap yang ada di udara berasal dari pembakaran bahan bakar, batu bara, sampah dan lain-lain.
  3. Partikel timah hitam, dapat berasal dari senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) yang dicampurkan ke dalam bensin sebagai zat anti-knocking.

Pencemar Gas

Perubahan komposisi gas-gas pada udara bersih dapat membahayakan manusia.

Gas Karbon Monoksida (CO)

Diatara gas pencemar udara, gas karbon monoksida merupakan pencemar yang sangat berbahaya. Pada udara segar, kadar CO hanyalah 0,05 bpj. Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna di dalam mobil telah melipatgandakan gas CO di udara, sehingga kadar CO di udara meningkat.

Gas CO mempunyai kemampuan yang sangat kuat untuk terikat pada hemoglobin dalam darah yang bertugas mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Daya ikat hemoglobin terhadap CO +/- 200 kali lebih besar daripada terhadap O2.

Image

Apabila seseorang menghirup udara yang mengandung O2 dan CO, maka yang diikat oleh hemoglobin adalah CO terlebih dahulu, kemudian baru O2.  Jadi jika CO cukup banyak, O2 tidak diikat oleh hemoglobin darah, akibatnya tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Jika kadar COHb dalam darah 2% sampai 5% dapat menyebabkan gangguan proses pernafasan. Kadar COHb yang lebih dari 5% mengganggu kerja jantung.

Gas Karbondioksida (CO2)

Gas karbondioksida merupakan komponen udara yang tidak dianggap sebagai pencemar. CO2 di udara dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan untuk fotosintesis. Gas CO2 di udara berasal dari hasil pernafasan makhluk hidup, letusan gunung berapi, fermentasi dan pembakaran bahan bakar.

Gas CO2 merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak bersifat racun. Akhir-akhir ini konsentrasi gas tersebut di udara semakin bertambah karena adanya pembakaran bahan bakar batubara, minyak bumi dan gas alam, akibat dari perkembangan industri dan transportasi.

Pertambahan konsentrasi gas CO2 akan menyebabkan terbentuknya lapisan gas karbondioksida, yang dapat menyerap panas dari lapisan atmosfer. Energi matahari yang dipantulkan oleh bumi dalam bentuk sinar infra merah ditangkap oleh molekul-molekul CO2 sebelum lolos ke luar angkasa. Dengan demikian suhu bumi tetap hangat, ibarat keadaan udara dalam suatu rumah kaca (green house). Itulah sebabnya efek CO2 dalam memanaskan bumi disebut efek rumah kaca atau green house effect.

Kenaikan suhu udara mempengaruhi siklus musim dan kenaikan permukaan air laut yang disebabkan adanya gunung-gunung es yang mencair.

Gas belerang dioksida (SO2)

Secara alami senyawa-senyawa belerang di atmosfer antara lain berasal dari letusan gunung berapi. Selain itu senyawa belerang di udara juga berasal dari proses aktivitas manusia dalam bidang industri. Sebagian besar gas SO2 di atmosfer berasal dari pembakaran minyak bumi dan batubara yang mengandung belerang, ada pula yang berasal dari hasil oksidasi bijih-bijih sulfida di industri.

Udara yang mengandung SO2 dengan kadar cukuptinggi dapat menyebabkan radang paru-paru dan tenggorokan.

Selain itu SO2 dapat menyebabkan klorosis (kepucatan) pada daun sehingga banyak pohon di daerah industri menjadi rusak oleh SO2.

Gas belerang trioksida (SO3)

Hasil oksidasi gas SO2 di udara akan menghasilkan gas SO3.

Image

Yang dengan uap air di udara akan membentuk asam sulfat yang bersifat racun dan korosif. Disamping itu juga akan menimbulkan hujan asam, harga pH air hujan yang mengandung oksida belerang akan turun akibat terbentuknya asam. Asam sulfat dapat merusak bangunan, patung, candi dan benda-benda yang terbuat dari pualam.

Image

Asam sulfat juga dapat memudarkan cat-cat dan menyebabkan korosi pada logam.

Oksida Nitrogen (gas NO dan NO2)

Gas ini terbentuk dalam silinder mesin, hasil reaksi N2 dengan O2, ketika udara memasuki silinder untuk pembakaran bensin.

Pada pembakaran bensin atau solar akan timbul kenaikan suhu yang tinggi di sekitar pembakaran dan menyebabkan sebagian N2 dan O2 dalam udara bereaksi membentuk oksida nitrogen.

Image

Pencemaran udara ini ditandai dengan adanya kabut tipis berwarna cokelat kemerahan dan zat-zat ini dapat memedihkan mata, menyesakkan nafas dan membuat tanaman menjadi layu.

Akibat lain dari adanya NO2 adalah membantu terbentuknya ozon. Pada tengah hari dengan bantuan sinar matahari, NO2 membentuk ozon.

Bila udara banyak mengandung NO2, pada musim hujan akan terjadi hujan asam, karena gas NO2 di udara dapat bereaksi dengan air membentuk asam.

Hidrokarbon

Hidrokarbon dihasilkan dari proses pembusukan zat organik oleh bakteri, proses geotermal di tambang batubara, minyak bumi dan gas alam.

Pembakaran bahan bakar minyak dengan kadar oksigen sedikit, yang asapnya keluar dari knalpot kendaraan atau cerobong asap dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata.

Hidrogen Fluorida (HF)

Gas Hidrogen Fluorida dihasilkan oleh industri tertentu, misalnya industri alumunium. Adanya gas HF akan mengakibatkan kerusakan pada tumbuh-tumbuhan.

Usaha-usaha yang diambil untuk mengatasi pencemaran udara antara lain :

  1. Penghijauan di kota-kota besar
  2. Mengurangi penyebaran zat pencemar dari segala sumber
  3. Memilih daerah industri yang tepat
  4. Penggunaan alat penyaring/filter pada cerobong asap pabrik
  5. Mencari bahan bakar pengganti minyak bumi
  6. Memberikan pendidikan pada masyarakat tentang bahaya pencemaran dan cara menanggulanginya
  7. Membuat peraturan dan memberi sanksi bagi pelanggarnya.
 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2013 in Natural Science

 

Tags: , , , ,

Pencemaran Lingkungan

Segala sesuatu baik benda maupun keadaan yang berada di sekitar manusia, misalnya udara, tanah, air, tumbuh-tumbuhan, hewan dan bahan-bahan kimia yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dalam masyarakat, merupakan lingkungan hidup atau ekosistem.

Pencemaran lingkungan atau kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh alam, misalnya gunung meletus, angin ribut, banjir, gempa bumi dan erosi. Dapat pula diakibatkan oleh kegiatan manusia yang disebabkan oleh tuntutan kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan mendorong kemajuan teknologi dan industri.

Dalam hal  transportasi, asap buangan knalpot kendaraan dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit.

Penggunaan insektisida, dapat memusnahkan beberapa jenis hewan. Energi nuklir atau pemakaian zat radioaktif menimbulkan bahaya akibat radiasi. Pemakaian pupuk yang berlebihan pada lahan pertanian dapat mencemarkan air dan tanah.

Penambahan zat-zat dalam jumlah yang cukup banyak ke dalam udara, air dan tanah akaan mengganggu keseimbangan komposisi zat-zat yang ada didalamnya dan akhirnya dapat merugikan makhluk hidup, contohnya dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Peristiwa semacam ini disebut pencemaran atau polusi. Zat-zat yang menyebabkan pencemaran disebut zat pencemar atau polutan.

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2012 in Natural Science

 

Tags: , , , ,