RSS

Angin Dan Air Danau Toba

Angin Dan Air Danau Toba

Oleh : Sitor Situmorang

Angin dan air danau ini

dalam kenangan kudengarkan

kisah – kisahnya dalam sepi

Kisah – kisah ribuan tahun

Hal masa lalu dan masa datang

Ingin mengerti arti masa kanak

Baik bisik kesadaran

Waktu tak berkesudahan

Di detik – detik menyelam, tenggelam

Luluh dalam pesona

Lumut melambai di dasarnya terdalam

 
Leave a comment

Posted by on December 24, 2014 in Poem

 

Tags: , , ,

Notasi Vektor

Untuk membedakan Besaran vektor (Besaran yang mempunyai nilai dan arah) dengan Besaran Skalar (Besaran yang hanya mempunyai nilai), maka Besaran vektor diberi simbol menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal (Contoh : A). Vektor satuan, yaitu vektor yang mempunyai nilai 1 (satu) satuan dapat dilambangkan dengan menggunakan huruf kecil yang dicetak tebal (Contoh : a). Vektor satuan pada arah vektor A merupakan hasil bagi antara vektor A dengan nilai absolut/nilai mutlaknya :

untitled

Dengan menggunakan vektor satuan ax, ay, az masing-masing pada arah sumbu x, y dan z pada sistem koordinat kartesian, Maka komponen-komponen suatu vektor A dapat ditulis sebagai berikut :

2

Dalam bentuk komponen-komponennya, nilai suatu vektor dapat dijabarkan sebagai berikut :

3

Sumber : Schaum’s Outline of Theory and Problems of Electromagnetics, Second Edition

Aunurrofiq Hidayat, 7 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2014 in Natural Science

 

Tags: , , , , , , , ,

Penilaian ( Assessment )

Peter W. Airasian (1991 : 18) menyatakan bahwa “Assessment is the process of gathering, interpreting and synthesizing information to aid decision making in the classroom”. Hal ini senada dengan pendapat Carl Ann Tomlinson & Jay McTighe (2006 : 131) dalam Diane Ronis (2011 : 21) bahwa Assessment berfokus pada pengumpulan informasi mengenai pencapaian prestasi siswa yang dapat digunakan untuk membuat keputusan pengajaran.

Penilaian (Assessment) mengacu pada pengumpulan informasi dan sintesis oleh guru mengenai siswa dan kelasnya. Definisi lain diungkapkan oleh Gronlund (1984 : 5) bahwa penilaian merupakan proses sistematis pengumpulan, penganalisisan, dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian juga dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Inti penilaian adalah proses memberikan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria ( Erna, 2011 : 33).

Fungsi dari penilaian (assessment) itu sendiri adalah untuk mengukur sejauh mana keterampilan siswa terhadap pelajaran yang diterimanya. Informasi yang diperlukan dari penilaian tersebut adalah bagaimana perkembangan siswa setelah dia menerima pembelajaran. Dari hasil penilaian tersebut, guru dapat melakukan revisi terhadap proses pembelajaran supaya peserta didiknya bisa mencapai hasil yang diharapkan. (Erna, 2011 : 71).

Suatu Assessment tidak dirancang untuk mengevaluasi keefektifan sesuatu program atau proses tertentu. Assessment berfungsi sebagai pengestimasi tingkat prestasi siswa atau siswa di suatu wilayah setelah dikenai berbagai pengaruh pendidikan dan lingkungan yang berbeda-beda. Jadi Assessment menentukan kemajuan siswa didalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan dalam suatu waktu tertentu. Melalui suatu proses penimbangan, bisa dari orang lain atau satu mata tes yang akan diuji.

Adapun manfaat assessment adalah (Erna, 2011 : 74) :

(a) alat merencanakan, memperkaya pembelajaran,

(b) sebagai alat komunikasi siswa, guru dan orang tua,

(c) sebagai alat memonitor hasil pembelajaran dan perbaikan pembelajaran, dan

(d) sebagai alat untuk memperbaiki kurikulum.

Sedangkan waktu assessment adalah (Erna, 2011 : 74) :

(a) sebelum pelajaran berlangsung,

(b) Selama proses pembelajaran berlangsung, dan

(c) setelah pembelajaran berlangsung.

Daftar Pustaka :

Airasian, Peter W. (1991). Classroom Assessment. USA : McGraw Hill.

Aries S.,Erna Febru. (2011). Asesmen dan Evaluasi. Malang : Aditya Media.

Ronis, Diane. (2011). Asesmen Sesuai Cara Kerja Otak Edisi Kedua. Jakarta : PT Indeks.

Aunurrofiq Hidayat, 7 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Model Pembelajaran Interaktif (Interactive Learning Model)

Model pembelajaran interaktif (Interactive Learning Model) adalah model pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered), dimana siswa dilibatkan langsung dalam berbagai jenis kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran Interaktif membuat siswa saling berinteraksi dalam berbuat dan berpikir (hands on and minds on) yang menghasilkan umpan balik secara langsung terhadap materi pelajaran yang diberikan (Hake, 1997 : 65).

Faire dan Cosgrove dalam Harlen mengemukakan bahwa model pembelajaran interaktif dirancang agar siswa bertanya dan menemukan jawaban mereka sendiri (Suprayekti, 2008 : 19).

Menurut Rosnelli (2009 : 85), Model pembelajarn interaktifmerupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa interaktif dengan guru, teman sekelasnya dan media pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat menangani perbedaan individual siswa, karena siswa dapat maju sesuai dengan kemampuannya tanpa harus menunggu teman sekelasnya. Proses pembelajaran pada model pembelajaran interaktif memungkinkan siswa untuk melakukan keleluasaan untuk belajar mandiri, tanpa terganggu oleh yang lain dan mengikuti tes untuk setiap unit bahasan yang telah dipelajarinya dan terus maju sesuai kemampuannya dengan bantuan dan arahan guru, atau mengulang proses pembelajaran pada unit yang sama sampai mencapai penguasaan minimal sesuai target yang telah ditetapkan.

Dari beberapa pendapat mengenai model pembelajaran interaktif tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model ini dirancang untuk menjadikan suasana belajar mengajar di kelas berpusat pada siswa agar aktif membangun pengetahuannya melalui penyelidikan terhadap pertanyaan yang mereka ajukan sendiri. Didalam model pembelajaran interaktif siswa diberi kesempatan untuk melibatkan keingintahuannyadengan cara membuat pertanyaan mengenai topik yang akan dipelajari, kemudian melakukan penyelidikan tentang pertanyaan mereka sendiri.

Pertanyaan yang muncul dari siswa dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Disini guru berperan untuk membimbing siswa agar pertanyaan tidak melenceng dari tujuan pembelajaran. Pertanyaan yang dilontarkan oleh siswa menunjukkan rasa ingin tahu siswa terhadap topik yang akan dibahas dan menimbulkan minat siswa untuk meneliti dan berinvestigasi.

Berikut adalah bagan tahapan dalam model pembelajaran interaktif menurut faire dan cosgrove (Harlen, 1996 : 28)

Bagan tahapan dalam model pembelajaran interaktif :

untitled

Aunurrofiq Hidayat, 5 Desember 2014

 
Leave a comment

Posted by on December 4, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , , ,

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) atau sering disingkat dengan CTL merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan mensukseskan implementasi kurikulum di Sekolah.

Menurut Kasihani (2002 : 2), pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dan mengajar yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi nyata dan memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Contextual Teaching and Learning adalah proses belajar mengajar yang erat kaitannya dengan pengalaman nyata.

Menurut Spring (2009 : 6), pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran dimana guru membantu menghubungkan inti materi dengan situasi kehidupan nyata.

Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu dari sekian banyak pendekatan pembelajaran. Pembelajaran kontekstual dikembangkan dengan tujuan membekali siswadengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lain.

Menurut Elaine B. Jhonson (2009 : 65), CTL adalah sistem yang menyeluruh. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. Jika bagian-bagian ini terjalin satu sama lain, maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. Seperti halnya biola, cello, klarinet dan alat musik lainnya yang berbeda-beda yang secara bersama-sama menghasilkan musik, demikian juga bagian bagian CTL yang terpisah melibatkan proses yang berbeda-beda, yang ketika digunakan bersama-sama, memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. Secara bersama-sama mereka membentuk sesuatu yang memungkinkan para siswa melihat makna didalamnya dan mengingat materi akademik.

Secara umum pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep tersebut, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Pada pembelajaran kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan belajar, oleh karena itu guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri, bukan dari apa kata guru.

Pembelajaran kontekstual mempunyai karakteristik, menurut Wina Sanjaya (2005 : 110), karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL yaitu :

  1. Pembelajaran CTL merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge).
  2. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge).
  3. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge).
  4. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).
  5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.

Sedangkan menurut Depdiknas (2002 : 8), karakteristik pembelajaran kontekstual adalah :

  1. Adanya kerjasama.
  2. Saling menunjang.
  3. Menyenangkan, tidak membosankan.
  4. Belajar dengan bergairah.
  5. Pembelajaran terintegrasi
  6. Menggunakan berbagai sumber.
  7. Siswa aktif.
  8. Sharing dengan teman.
  9. Siswa kritis dan guru kreatif.
  10. Laporan kepada orang tua berwujud rapor, hasil karya siswa, laporan praktikum, karangan siswa dan lain – lain.

Berdasarkan komponen-komponen yang telah dipaparkan, pembelajaran yang merupakan pengaktifan pengetahuan yang sudah ada untuk mendapat pengetahuan baru membuat siswa lebih tertarik dan tidak terkesan membosankan.

Adanya kerjasama dan saling menunjang satu sama lain untuk mendapatkan pengetahuan yang bermakna. Siswa lebih aktif saat pembelajaran, melakukan sharing dengan teman untuk mendapatkan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajarinya.

Komponen utama dalam pembelajaran kontekstual menurut Wina Sanjaya (2005 : 118) adalah sebagai berikut :

  1. Konstruktivisme (constructivism)

Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan terbentuk bukan hanya dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.

  1. Menemukan (inquiry)

Pembelajaran inkuiri merupakan proses pembelajaran berdasarkanpada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Dengan demikian, dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahami.

  1. Kemampuan bertanya (questioning)

Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Dalam pembelajaran CTL, guru tidak menyampaikan informasi begitu saja, akan tetapi merancang agar siswa dapat menemukan sendiri. Setiap tahapan dan proses pembelajaran, kegiatan bertanya hampir selalu digunakan. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk mengembangkan teknik-teknik bertanya sangat diperlukan.

  1. Masyarakat belajar (learning community)

Pengetahuan dan pemahaman anak ditopang banyak oleh komunikasi dengan orang lain. Suatu permasalahan tidak mungkin dapat dipecahkan sendirian, akan tetapi membutuhkan orang lain. Penerapan masyarakat belajar pada pembelajaran adalah melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat homogen, baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya maupun dilihat dari bakat dan minatnya.

  1. Pemodelan (modelling)

Kemampuan pemodelan yang dimaksud pada CTL adalah penampilan suatu contoh agar siswa dapat berpikir dan belajar. Pemodelan merupakan komponen penting dalam pembelajaran CTL, sebab melalui pemodelan siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang abstrak.

  1. Refleksi (reflection)

Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari, hal ini dilakukan dengan cara mengingat kembali kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi. Dalam proses pembelajaran, setiap akhir dari pembelajaran, guru memberikan kepada siswa untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

  1. Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment)

Penilaian yang sebenarnya adalah proses yang dilakukan guruu untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Penilaian ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, orientasinya diarahkan pada proses belajar.

Contextual Teaching and Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi yang mereka pelajari , dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka. Adanya beberapa komponen dalam CTL ketika digunakan bersama pada pembelajaran akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna.

Daftar Pustaka :

Depdiknas.(2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi SMP. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.

Elaine B. Jhonson.(2007). Contextual Teaching and Learning. California : Corwin Press.

Kasihani E.S.(2002). Contextual Teaching and Learning (CTL) Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Prosiding Seminar Akademik. Malang : FS UM.

Spring.(2009). Contextual Teaching and Learning. California : CSS.

Wina Sanjaya.(2005). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

– Aunurrofiq Hidayat, 3 Desember 2014 –

 

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2014 in File Pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Animals (by Frank O’Hara)

Frank O’Hara adalah penulis berkebangsaan Amerika, penyair dan kritikus seni. Ia adalah anggota dari New York School of Poetry.

Salah satu sajak yang terkenal dari O’Hara adalah sebuah sajak berjudul animals.Saya sangat menyukai sajak ini.

Animals

Have you forgotten what we were like then
when we were still first rate
and the day came fat with an apple in its mouth

it’s no use worrying about Time
but we did have a few tricks up our sleeves
and turned some sharp corners

the whole pasture looked like our meal
we didn’t need speedometers
we could manage cocktails out of ice and water

I wouldn’t want to be faster
or greener than now if you were with me O you
were the best of all my days

Frank O’Hara
 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2013 in Poem

 

Tags: , , , , ,

Soal Sistem Koordinat

Perhatikan gambar di bawah, dengan menggunakan sistem koordinat Cartesian, tentukan volume bola dengan jari-jari a !

Image

Jawab :

ΔV = Δx Δy Δz

dV = dx dy dz

x2 + y2 + z2 = a2

Bagian yang diperlihatkan pada gambar diatas adalah bagian bola pada oktan pertama.

Volume bola Keseluruhan (8 oktan) adalah :

Image

Sekian

-Aunurrofiq Hidayat, 2 Januari 2013-

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2013 in Soal-soal

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.